DNS DAN DHCP

1 MENGENAL DNS

DNS merupakan kepanjangan dari Domain Name System, namun kadang2 juga diartikan sebagai Domain Name Server. Ketika komputer-komputer dalam jaringan berkomunikasi menggunakan nama komputer (hostname) atau sering disebut dengan fully qualified domain name (FQDN), maka DNS menterjemahkan hostname menjadi ipaddress ataupun sebaliknya. DNS bekerja dengan konsep klien-server. Yang menjalankan fungsi sebagai server adalah server DNS. Di dunia *nix biasanya dipakai program yang bernama named dari paket BIND. Sedangkan disisi klien disebut resolver.

1.1. DNS dan Windows 2003

Selain menyediakan resolusi nama Internet tradisional, DNS merupakan layanan nama yang utama pada Windows 2003. Berdasarkan default, DNS adalah database yang dapat diskalakan, terdistribusi, hierarkis, dan dapat diandalkan. Client Windows 2003 memakai DNS untuk lokasi layanan dan resolusi nama, termasuk meletakkan pengontrol domain untuk logon. DNS di dalam Windows 2003 menyediakan suatu implementasi DNS Server yang unik yang sepenuhnya interoperable dengan implementasi-implementasi DNS Server berbasis standar lainnya

Tujuan database DNS adalah menerjemahkan nama-nama komputer menjadi alamat-alamat IP seperti diuraikan pada gambar 1.1. Di dalam DNS, client dinamakan resolver dan server disebut server nama. DNS bekerja dengan memakai tiga komponen utama: resolver, server nama, dan ruang nama domain.

suatu resolver mengirimkan pertanyaan-pertanyaan ke suatu server nama. Server nama menghasilkan informasi yang diminta, suatu penunjuk ke server nama yang lain, atau suatu pesan kegagalan bila permintaan itu tidak memuaskan.

DNS memetakan ke layer aplikasi dan memakai User Datagram Protocol (UDP) dan Transmission Control Protocol (TCP) sebagai protocol-protocol yang mendasarinya.
Atau juga DNS bekerja dalam modus klien server. Dalam arti ada klien yang mencari nama atau alamat IP, kemudian ada server yang memberikan informasi dimana nama atau alamat IP tersebut diakses.
=>Resolver ialah bagian aplikasi klien yang mengakses name server dan berfungsi resolver adalah untuk menyampaikan permintaan nama di antara aplikasi dan server nama. Semua program yang membutuhkan DNS, memakai resolver. Proses resolving :
• Mengajukan permintaan terhadap name server
• Menginterpretasikan permintaan (resolve), dan memberikan response
• Mengembalikan informasi kepada program yang memintanya.
Resolver akan menjawab dengan dua cara yaitu melihat isi dari cache yang pernah ditanyakan sebelumnya, serta menanyakan kepada DNS Server untuk mendapatkan hasilnya. Resolver yang biasa dipergunakan untuk mencari informasi tentang DNS
=>Nama Server ialah Suatu server nama memuat informasi alamat tentang komputer-komputer lain pada jaringan. Informasi ini dapat diberikan ke komputer-komputer client yang melakukan suatu permintaan ke server nama. Kalau server nama tidak mampu memenuhi permintaan itu, maka server nama meneruskan permintaan itu ke server nama yang berbeda. Server nama dikelompokkan menjadi level-level berbeda yang dinamakan domain. Suatu domain adalah sekelompok komputer logis di dalam suatu jaringan yang besar. Akses ke masing-masing komputer di dalam kelompok tertentu dikontrol oleh server yang sama
=> Struktur DNS ialah Ruang nama domain merupakan suatu pengelompokkan nama-nama hierarkis.

Gambar 1.2 : Ruang nama domain dipisahkan menjadi level-level

=> Domain Level Akar ialah Domain menentukan level wewenang yang berbeda di dalam suatu struktur hierarkis. Hierarki atas dinamakan domain akar. Referensi ke domain akar dinyatakan dengan tanda titik (.).
=> Domain Level Atas ialah Untuk mengetahui domain level atas yang saat ini sudah ada adalah sebagai berikut:
 com : Organisasi komersial
 edu : Universitas dan institusi pendidikan
 org : Organisasi nirlaba
 net : Jaringan (backbone pada Internet)
 gov : Organisasi pemerintah sipil
 mil : Organisasi pemerintah militer
 num : Nomor-nomor telepon
 arpa : Kebalikan DNS
=> Domain Level Kedua ialah Domain level kedua dapat berisi baik host maupun domain lain.
=> Nama Host ialah Nama domain dipakai dengan nama host untuk membuat sebuah nama domain yang sepenuhnya disahkan (FQDN) bagi komputer itu. FQDN adalah nama host yang diikuti oleh tanda titik (.) yang diikuti oleh nama domain.
=>Zona ialah Unit administratif untuk DNS. Suatu zona merupakan subpohon dari database DNS yang diurus sebagai kesatuan terpisah berbentuk tunggal.
=>Zona Wewenang ialah bagian dari ruang nama domain tempat server nama tertentu bertanggung jawab. Anda juga dapat mempunyai server DNS sekunder yang dapat mengopi informasi domain melalui jaringan dari server DNS primer yang mempunyai wewenang paling tidak pada satu zona. Hal ini dinamakan transfer zona.
Seperti ditunjukkan pada gambar 1.3 dibawah ini :

Gambar 1.3 : Domain pada banyak zona
=>Peran Nama Server ialah Server nama DNS dapat dikonfigurasi dalam peran-peran yang berbeda, yang mempengaruhi bagaimana server nama DNS menyimpan dan memelihara database namanya.
=>Nama Server Primer ialah suatu server DNS yang memperoleh data untuk zonanya dari file database DNS local.
=>Nama Server Sekunder ialah Suatu server nama sekunder memperoleh file data zonanya dari server DNS primer yang berwenang untuk zona itu.
=>Nama Server Master dapat merupakan server nama primer atau sekunder bagi zona yang diminta. Ketika server nama sekunder beroperasi, server nama sekunder itu menghubungi server nama masternya dan mengawali transfer zona dengan server tersebut.
=>Server yang Hanya Melakukan Caching Kendati semua cache server nama DNS meragukan apakah server tersebut mampu memecahkannya, server yang hanya melakukan caching adalah server nama DNS yang hanya menjawab pertanyaan, men-cache jawaban, dan memberikan hasil.

2. INSTALASI DNS

Microsoft DNS adalah suatu server DNS sejenis RFC; akibatnya, Microsoft DNS membuat dan memakai file zona DNS standar dan mendukung semua tipe catatan sumber daya standar.

2.1. Menginstal Layanan DNS Server

Operasikan file demonstrasi Ch07a.exe yang diletakkan di dalam folder Media pada CD-ROM Supplemental Course Materials yang disertakan pada buku ini. File ini menyajikan suatu tinjauan tentang cara menginstal layanan DNS Server. Sebelum mengonfigurasi DNS, verifikasikan bahwa seting client DNS Anda sudah benar. Untuk memverifikasi seting client DNS langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut :

[1] Klik kanan indikator Network
[2] Klik Open Network Connection
[3] Klik Properties. Muncul kotak dialog Network And Dial-Up Connections
[4] Klik kanan hubungan (khususnya properti Local Area Network) tempat Anda ingin mengonfigurasi DNS Server
[5] Klik Properties. Muncul kotak dialog Connection Properties.
[6] Klik Internet Protocol (TCP/IP)
[7] Klik Properties. Muncul kotak dialog Internet Protocol (TCP/IP) Properties
[8] Pada jendela Internet Protocol (TCP/IP) Properties, masukkan alamat IP dari DNS Server yang sudah ada di dalam field Preferred DNS Server. Anda dapat juga menambahkan alamat IP dari DNS Server pengganti di dalam field Alternate DNS Server
[9] Jika Anda perlu menentukan lebih dari satu DNS Server pengganti, maka klik Advanced, klik tab DNS, lalu masukkan server-server di dalam kotak DNS Server Addresses
[10] Klik OK untuk menutup kotak dialog TCP/IP Properties
[11] Klik OK untuk menutup kotak dialog Connection Properties
[12] Untuk menginstal layanan DNS Server lakukan langkah berikut ini:
[13] Klik Control Panel
[14] Klik dua kali Add/Remove Programs
[15] Klik Add/Remove Windows Components. Muncullah Windows Components Wizard
[16] Klik Networking Services
[17] Klik Details. Muncullah kotak dialog Networking Services
[18] Jika belum dipilih, maka pilihlah dan pada kotak beri tanda centang di sebelah Domain Name System (DNS) seperti ditampilkan gambar 7.4. di bawah ini
[19] Klik OK
[20] Klik Next, setelah itu Microsoft Windows 2003 segera menginstal DNS
[21] Klik Finish untuk mengakhirinya

Gambar 1.4. Kotak tanda centang Domain Name System (DNS) di dalam Networking Services.

2.2.Menggunakan NSLOOKUP

NSLOOKUP adalah suatu piranti yang bermanfaat untuk mencari dan memecahkan kesulitan problem DNS seperti resolusi nama host.

2.3. Modus NSLOOKUP

NSLOOKUP mempunyai dua modus: interaktif dan non-interaktif. Bila potongan data tunggal dibutuhkan, maka pakailah modus baris perintah atau non-interaktif. Kalau lebih dari satu potongan data dibutuhkan, maka modus interaktif dapat dipakai.
2.4. Sintaks NSLOOKUP
Yang dimaksud dengan NSLOOKUP.EXE adalah suatu piranti administratif berbentuk baris perintah untuk menguji dan mencari serta memecahkan DNS Server

3. Mengonfigurasi DNS

Ada dua cara mengkonfigurasi DNS:
Untuk mengurus Microsoft DNS Server: Memakai DNS Manager atau mengedit file-file konfigurasi DNS secara manual

3.1. Mengonfigurasi Properti DNS Server

Karena DNS Server tidak mempunyai informasi awal tentang suatu jaringan pemakai, maka DNS Server menginstall sebagai server nama caching-only untuk Internet. Hal ini berarti bahwa DNS Server hanya berisi informasi tentang server induk Internet. Bagi kebanyakan konfigurasi DNS Server, informasi tambahan harus diberikan untuk memperoleh operasi yang lebih disukai.

3.2. Menambahkan Zona dan Domain DNS

Langkah pertama dalam mengonfigurasi DNS Server adalah menentukan hierarki untuk zona dan domain DNS Anda. Saat informasi zona dan domain sudah ditentukan, informasi ini harus dimasukkan ke konfigurasi DNS dengan memakai console DNS.
3.3. Menambahkan Zona Primer atau Zona Sekunder
3.4. Mengonfigurasi Properti-properti Zona
3.5. Menambahkan Catatan-catatan Sumber Daya
3.6. Mengonfigurasi Lookup Kebalikan

4. Fungsi/Guna DNS

DNS memudahkan kita untuk memakai nama-nama hirarki yang sudah dikenali untuk meletakkan komputer dan sumber daya yang lain secara mudah di sebuah jaringan IP. DNS dipakai pada Internet untuk menyediakan suatu konvensi penamaan standart bagi penempatan komputer-komputer berbasis IP.

1 MENGENAL DHCP

Masing-masing komputer pada sebuah jaringan yang berbasis TCP/IP harus mempunyai sebuah alamat IP yang unik agar dapat mengakses jaringan dan sumber dayanya. Tanpa DHCP, konfigurasi IP harus dikerjakan secara manual bagi komputer-komputer yang baru, komputer-komputer yang dipindahkan dari satu sub jaringan ke sub jaringan lainnya, dan komputer-komputer yang dipindahkan dari jaringan. Dengan mengembangkan DHCP di sebuah jaringan, seluruh proses ini diotomatiskan dan dikelola secara sentral. Implementasi DHCP dihubungkan sangat dekat dengan WINS (Windows Internet Name Service) dan DNS yang akan dimanfaatkan oleh administrator jaringan.

1.1. Konsep DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang meminta IP Address disebut dengan DHCP Client sedangkan komputer yang memberikan IP Address disebut sebagai DHCP Server.
Dengan demikian Administrator tidak perlu lagi memberikan IP Address secara manual tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server. IP Address diberikan bersama dengan subnet mask, dan default gateway. IP Address dipinjamkan dalam masa waktu tertentu yang disebut dengan lease periode. Bisa dalam hitungan hari, jam atau menit.

1.2. Konfigurasi DHCP Server

Yang biasa dilakukan untuk mengonfigurasi DHCP adalah dengan membuat jangkauan atau Scope terlebih dahulu.Tapi juga harus menentukan IP Address awal dan akhir. Setelah Scope ditentukan baru kita mengonfigurasi Client, dalam hal ini semua Client tidak perlu membuat IP Address sendiri secara manual karena akan didistribusikan oleh DHCP Server.

1.3. Lebih Jauh Tentang DHCP

DHCP adalah suatu pengembangan dari Boot Protocol (BOOTP). BOOTP mengaktifkan client-client yang tidak mempunyai disk agar bisa beroperasi dan secara otomatis mengonfigurasi TCP/IP.
DHCP mensentralkan dan mengelola alokasi informasi konfigurasi TCP/IP dengan memberikan alamat-alamat IP secara otomatis ke komputer-komputer yang dikonfigurasi agar memakai DHCP.
Dengan mengimplementasikan DHCP berarti mengurangi beberapa problem konfigurasi yang dikaitkan dengan mengonfigurasi TCP/IP secara manual.Setiap kali client DHCP beroperasi, client DHCP itu meminta informasi pengalamatan IP dari sebuah server DHCP, yang meliputi alamat IP, subnet mask, dan angka-angka opsional. Angka opsional mungkin mencantumkan default alamat pintu gerbang, alamat DNS, dan alamat server WINS. Semua komputer yang terhubung ke Server DHCP saling berkomunikasi.
Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 2.1 dibawah ini :

1.4. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

Menyederhanakan pengurusan dan pengelolaan alamat-alamat IP pada sebuah jaringan TCP/IP dengan mengotomatiskan konfigurasi alamat untuk client-client jaringan. DHCP server ditentukan sebagai komputer apa saja yang mengoperasikan layanan DHCP. Windows Server 2003 menyediakan layanan DHCP Server, yang memungkinkan sebuah komputer berfungsi sebagai DHCP server dan mengonfigurasi komputer-kompuer client yang diaktifkan DHCP pada jaringan yang telah disediakan.
DHCP (Dymanic Host Configuration Protocol) Server di Microsoft
Windows 2003 Server menyediakan beberapa fasilitas, antara lain:
1.Integrasi dengan DNS dan layanan direktori Microsoft Active Directory
2.Pelaporan statistik dan pemantauan yang sudah ditingkatkan
3.Dukungan kelas-pemakai dan pilihan-pilihan vendor spesifik
4.Alokasi alamat multicast
5.Deteksi DHCP server tunggal

lebih jelasnya download materinya klik dibawah ini :

Download DNS

Download DHCP

Download materi dhcp n dns wi2003server

makasih………

mohon atas sarannya…yach..:0)

Categories: DNS dan DHCP, materi | 5 Comments

Post navigation

5 thoughts on “DNS DAN DHCP

  1. silaturrahmi

  2. MAKASIH…..

  3. makasih banyak om…

  4. sama-sama klo da pertanyaan aku slalu jawab…makasih kembali…
    sering-sering kunjung di webku ya..:-)

  5. mas tanya nih, menurut mas wawan apasih hubungannya antara DHCP dan DNS??
    tolong bantuannya nih..
    trims.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: